Reproductive Performance and Preweaning Mortality of Peranakan Etawah Goat under a Production System of Goat Farming Group in Gumelar Banyumas

A Sodiq, ATA Sudewo

Abstract


Program pengembangan dan perbaikan sistim produksi peternakan dapat diawali dengan penilaian terhadap potensi suatu bangsa ternak melalui serangkaian proses pencatatan, evaluasi on-farm, dan monitoring. Tujuan kajian ini adalah (1) mengetahui penampilan reproduksi dan kematian cempe prasapih Kambing Peranakan Etawah pada sistim produksi di kelompok tani ternak kambing Gumelar Banyumas, dan (2) mengetahui faktor-faktor non-genetik yang berpengaruh terhadap penampilan reproduksi dan kematian cempe prasapih.  Digunakan kompilasi data penampilan reproduksi dan kematian cempe prasapih hasil penelitian lapang melibatkan 562 cempe dan 344 ekor induk kambing. Uji Chi-Square dan prosedur General Linear Model (GLM) diterapkan untuk menguji faktor-fator non-genetik (jenis kelamin, tipe kelahiran, paritas) yang berpengaruh  terhadap jumlah anak sekelahiran, kematian cempe prasapih, dan jarak beranak. Hasil penelitian menunjukkan rataan kematian cempe prasapih sebesar 5,9%. Kematian cempe prasapih betina (6,3%) nyata lebih tinggi  daripada jantan (5,4%). Kejadian kematian cempe prasapih paling sering dijumpai pada kelahiran kembar tiga (16,7%), sedangkan pada kelahiran kembar dua dan tunggal masing-masing sebesar 5,6% dan  2,9%.  Kematian cempe prasapih dipengaruhi oleh paritas induk, dan kecenderungan menurun dengan peningkatan paritas.  Rataan jumlah anak sekelahiran sebesar 1,64 ekor, dan dipengaruhi sangat nyata oleh paritas induk. Induk pada paritas 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 menghasilkan jumlah anak sekelahiran berturut-turut 1,45; 1,71; 1,73; 1.95; 1,76; 1,83; dan 2,13 ekor.  Rataan jarak beranak 285 hari dan nyata dipengaruhi oleh faktor paritas induk dan tipe kelahiran.  Jarak beranak nyata lebih pendek dengan peningkatan paritas induk (1-7) berturut-turut adalah 319, 271, 261, 234, 236, 230, dan 228 hari. Jarak beranak nyata dipengaruhi oleh tipe kelahiran,  pada kelahiran tunggal rataan jarak beranak (308 hari) nyata lebih pendek dibandingkan pada kelahiran kembar dua (272 hari) dan kembar tiga (245 hari).  (Animal Production 10(2): 67-72 (2008)

 

Kata Kunci: Kambing Peranakan Etawah, jumlah anak sekelahiran, mortalitas cempe prasapih, jarak beranak,

sistem produksi peternakan


Full Text:

PDF

Article Metrics

Metrics Loading ...

Metrics powered by PLOS ALM

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Powered by OJS | Design by ThemeOJS